Sehening Kalbu

Kelana Berlandaskan Hati, Percaya Mengikat Diri…

-|UJIAN Untuk Makhluk|-

Posted by anakkawi on July 31, 2005

Setiap manusia diciptakan dengan penuh sistematik. Allah telah menjanjikan adanya ujian bg setiap insan. Golongan bukan Islam diuji dengan agamanya. Seluruh hidupnya ditunjukkan dengan kebenaran. Soalnya adakah mereka sedar? Andai mereka tidak dapat melihat kebenaran itu, maka adalah orang Islam yang tidak buat kerja. Soalan itu kembali kepada kita. Apa yang kita buat untuk mengIslamkan mereka?

Golongan kaya diuji dengan kesenangan. Acapkali kita dengar orang yang kaya-raya hartanya miskin hatinya. Mereka tidak dapat melihat nikmat kesenangan itu. Hidupnya dipenuhi ketakutan. Takut susut hartanya. Takut hilang kesihatannya. Takut sibuk kerjanya. Bahkan lebih dari itu takut darah dagingnya. Namun bila mereka dekat dengan kesenangan, mereka jauh dari kebenaran. Cahaya bagi mereka adalah kegelapan. Sedangkan kegelapan bagi mereka itulah cahaya yang sebenarnya. Kemudian soalnya kembali pada muslim. Apa yang kita buat untuk menetapkan hati orang-orang Islam dengan agamanya.

Itu hanya satu contoh ujian-Nya. Golongan miskin turut diuji hartanya. Mereka yang senang diuji akalnya. Yang susah diuji usahanya. Yang adil diuji ketetapannya. Yang mampu diuji sedekahnya. Yang lemah diuji kesabarannya. Hidup memang penuh dengan ujian. Tiap saat adalah ujian bagi kita. Kita takkan diuji atas apa yang kita tak mampu. Maka soalnya kita sedar atau tidak? Bahwa hidup kita sendiri adalah ujian daripada-Nya.

Aku ingin cerita sedikit akan ujian bagi para da`ie. Para da`ie dekat dengan dakwah dan aku hidup dikalangan mereka. Suka aku nyatakan disini para da`ie bukan sahaja golongan yang menyebarkan agama, bahkan mereka yang seluruh kehidupannya ada pada agama. Jiwaku bukan bersama mereka, maka aku diperlihatkan sesuatu yang mereka tak dapat lihat. Kehidupan mereka dekat dengan agama, dekat juga pada dakwah. Namun sayang bukan semua para da`ie itu yang hidup dengan agama bahkan ada yang lari meninggalkan agama.

Cinta adalah ujian buat mereka. Lelaki diuji dengan perempuan, dan perempuan juga diuji dengan lelaki. Walhal kekuatan perempuan itu pada lelaki dan kekuatan lelaki ada pada perempuan. Sebenarnya cinta adalah sesuatu yang baik, dan Allah sukakan kebaikan itu. Tapi bila yang baik itu didasari kealpaan maka lahirlah kejahatan. Mudah mereka nyatakan cinta hanya pada Yang SATU tapi sedarkah mereka bahwa cinta pada manusia itu juga ada haknya. Maka bila meninggalkan cinta pada hamba-Nya jadilah dia seorang yang zalim. Namun bila cinta pada hamba-Nya melebihi cinta pada-Nya saat itu jadilah dia seorang yang lupa. Aku sarankan ambillah kedua-duanya kerna setiap sesuatu itu ada haknya. Asalkan cinta pada hamba itu tidak melebihi cinta pada Tuannya. Namun ubat untuk mereka tetap satu iaitu pernikahan yang sah.

Mungkin ujian cinta itu berat, tapi ada sesuatu yang lebih berat. Mereka turut diuji dengan hati. Ia bukan sekadar hati tapi itulah mata hati. Ujian cinta mudah penyelesaiannya namun ujian hati tak semudah membuka pintu hati. Sebenarnya ujian setiap manusia bermula dengan hati. Bezanya hati orang kafir sememangnya gelap dan mereka cuma perlu mencari cahaya. Hati anak muda ditutup dengan kesenangan dan mereka cuma perlu menyeimbangkannya dengan amalan. Maka mudah mengajak mereka kembali pada agama. Tapi hati orang-orang dakwah ditutup dengan kebenaran. Mereka membesar dengan kebenaran, mempelajari kebenaran itu dan kemudiannya memperjuangkan kebenaran. Maka bagaimanakah kebenaran menjadi ujian bagi mereka?

Mereka menyangka hidupnya diabadikan pada kebenaran. Kemudiannya melihat kebenaran itu dari perspektif yang diajarkan kepada mereka. Kemudian mereka lupa kebenaran itu juga wujud dalam kesesatan. Seorang kawan mengingatkan kebaikan tidak boleh bercampur dengan kejahatan. Mungkin dia benar tapi mereka yang tidak hidup dalam kejahatan takkan dapat melihat kebaikan yang sebenarnya. Begitulah juga mereka yang tidak pernah sesat takkan dapat melihat kebenaran yang hakiki. Aku pernah kenal dengan seseorang yang menafikan segala bentuk kejahatan. Baginya sesuatu yang tidak baik itu semuanya bersalah dan mereka yang melakukan kesalahan tiada tempat dalam kebaikan. Maka disitu `kebenaran` membutakan hatinya daripada melihat `kebenaran yang hakiki`.

Perempuan yang tidak bertudung itu bersalah. Pelacur yang berzina memang bersalah. Perompak yang mencuri memang bersalah. Seorang yang berdendam turut bersalah. Pemabuk yang minum juga semestinya bersalah. Namun dalam semua kesalahan itu kita lupa bukan setiap masa hidupnya salah. Mereka memang bersalah atas apa jua alasan bila melakukan kesilapan itu. Bagaimana dengan mereka yang baki harinya dihabiskan dengan menyesali diri? Sehingga sesalnya mereka melebihi munajat kita pada-Nya sehari-harian. Siapa yang tidak pernah bersalah? Aku sendiri tidak lekang berbuat silap. Bezanya aku dididik mencari kebaikan dalam setiap kesalahan itu. Maka jangan salahkan aku bila aku mempertahankan kewujudan mereka.

Setiap makhluk ada haknya. Dan mereka yang bersalah turut mempunyai hak. Sedang kita melebihkan golongan yuang tidak seagama, kenapa perlu membezakan orang Islam seluruhnya? Bila kita menafikan kebaikan untuk orang-orang yang bersalah, kita menafikan pintu taubat Allah untuk makhluk-Nya. Kita menafikan keampunan-Nya maka kita menafikan hikmah penciptaan-Nya. Kemudian secara tidak langsung kita menafikan kewujudan-Nya sebagaimana kita menafikan kewujudan makhluk-Nya. Saat itu sesatlah kita melebihi mereka yang dikatakan sesat oleh kita.

Ujian untuk orang beriman bukannya syaitan, kerna jika mereka benar-benar beriman, syaitan itu bukan sahaja tidak berani mendekati mereka malah syaitan tidak akan sekali pun cuba memandang mereka. Ujian yang sebenarnya adalah hati yang senantiasa ingin direbut nafsu. Ubat untuk hati adalah akal namun bagaimana jika akal dibutakan oleh `kebenaran`???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: